Sosialisasi GPBLHS dan Persiapan CSAP SMP Negeri 1 Tanggulangin

Gambar : Penyerahan cendera mata berupa buku karya civitas akademika Spintag (Romantika Adiwiyata) Kepada Pak Im dan Pak Mahendra.

Sosialisasi GPBLHS dan Persiapan CSAP SMP Negeri 1 Tanggulangin

Langkah strategis civitas akademika Spintag dalam menyongsong Adiwiyata Provinsi 2022.

Rabu (11/9), sejak pagi kesibukan mulai terlihat di sekitar area Lab. IPA 2 SMP Negeri 1 Tanggulangin. Beberapa guru terlihat bahu-membahu menyiapkan acara. Sosialisasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah dan Persiapan Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi SMP Negeri 1 Tanggulangin. Acara ini dihadiri oleh seluruh elemen civitas akademika Spintag. Mulai dari Komite, Kepala Sekolah beserta Staf, Guru dan Tendik, Siswa, dan Walisiswa. Sekaligus pengawas SMP, Drs. Imronsyah, M.Pd., sebagai pemateri.

Pukul 09.30 WIB tepat, acara dimulai. Dibuka dengan sambutan oleh Kepala SMP Negeri 1 Tanggulangin, Al Hadi, M.Pd.I. Beliau menyampaikan bahwa Spintag siap untuk maju sebagai sekolah adiwiyata provinsi tahun 2022. "Kita sudah mendapatkan predikat Sekolah Adiwiyata Kabupaten pada tahun 2017. Sebenarnya ketika itu sudah berniat maju ke provinsi, tetapi takdir berkata lain. Pandemi datang dan rencana itu harus tertunda," ungkap Pak Hadi.

Lebih lanjut, Pak Hadi mengatakan bahwa ini semua butuh kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak. "Percuma kita canangkan Spintag sekolah hijau, jika di rumah, anak-anak tidak menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Maka dari itu, Ibu/Bapak walisiswa, njenengan semua juga akan punya andil besar dalam program ini," lanjutnya.

Selesai memberikan sambutan, Pak Hadi memberikan cendera mata berupa buku karya civitas akademika Spintag. Romantika Adiwiyata, kepada Pak Imronsyah dan perwakilan Komite (Pak Mahendra).

Acara berlanjut dengan penyampaian materi oleh Pak Im. Beliau membuka dengan mengapresiasi Romantika Adiwiyata. "Saya kira ini cukup bagus ya, nilainya tinggi ini kalau diajukan sebagai instrumen penilaian adiwiyata."
Materi yang disampaikan Pak Im sangat lengkap, mulai dari instrumen apa saja yang harus disiapkan sampai menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam rangka menyukseskan program adiwiyata ini.

Sejalan dengan Tri Pusat Pendidikan yang dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Bahwa jika ingin proses dan hasil pendidikan bagus, setidaknya ada tiga pihak yang harus kerja sama dan berkolaborasi secara simultan,yaitu keluarga, masyarakat, dan sekolah.

Untuk itulah, acara ini juga dihadiri oleh Komite dan walisiswa. Dengan persiapan yang matang, Tim Adiwiyata yang solid, dan dukungan penuh dari keluarga dan masyarakat, agaknya predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi akan berhasil diraih Spintag tahun 2022. Dengan konsistensi, bukan tidak mungkin dalam waktu yang relatif tidak lama, bisa terus melaju sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional bahkan Mandiri. Aamiin.