Penyuluhan Pemanfaatan Sampah untuk Produksi Kompos

Gambar : Keseruan Penyuuluhan Pemanfaatan Sampah di Spintag (Foto: Indra D.M.)

Penyuluhan Pemanfaatan Sampah untuk Produksi Kompos

Oleh Wahyu Satria Bhakti, Pegiat Lingkungan dari LSM W-Queen

Selasa, 24 Mei 2022, SMPN 1 Tanggulangin menggelar Sosialisasi dan Penyuluhan Pemanfaatan Sampah sebagai Bahan Membuat Kompos. Acara ini juga termasuk dalam rangkaian Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka. Dihadiri oleh siswa kelas VII dan jajaran dewan guru Spintag.

Penyuluhan ini dihadiri oleh narasumber berpengalaman dan kompeten, yaitu Wahyu Satria Bhakti. Aktivis yang lebih akrab dipanggil Mas Bhakti ini adalah pegiat LSM W-Queen. Sebuah LSM yang concern terhadap usaha-usaha pelestarian lingkungan yang berasal dari Kelurahan Jambangan, Kota Surabaya. Beliau juga merupakan Tim Verifikator Desa Berseri Provinsi Jawa Timur.

Melihat track record dan aktivitas yang Mas Bhakti lakukan, tidak salah apabila Spintag mendatangkan beliau dalam penyuluhan terkait kompos ini. Acara berlangsung sangat semarak. Peserta yang kesemuanya adalah siswa kelas VII Spintag sangat antusias mengikuti penyuluhan.

Sekar, siswa kelas VII-3, mengatakan bahwa ini tidak seperti acara penyuluhan-penyuluhan yang dia tahu. "Biasanya kan acara begini membosankan, kalau ini tidak," tegasnya.

Mas Bhakti memulai penyuluhan dengan games dan ice breaking yang langsung berhasil mencairkan suasana. Para peserta terkondisikan untuk menerima materi dengan baik. Dalam penyampaiannya, Mas Bhakti menjelaskan jenis-jenis sampah beserta tindak lanjut agar termanfaatkan dengan baik.

"Contohnya, kalau kita mau bikin pupuk kompos, baik padat maupun cair, sebenarnya bahan-bahannya ada di sekitar kita. Sangat dekat dengan kehidupan kita. Limbah dapur organik, bisa. Daun dan ranting kering yang berserakan di halaman rumah kalian bisa. Sampah yang tidak dilirik tersebut, sebenarnya justru adalah bahan terbaik komposting, yang kalau diolah dengan baik, bisa bernilai ekonomi," jelasnya.

Lebih lanjut, Mas Bhakti, mengatakan harapannya agar acara semacam ini lebih luas jangkauannya. "Kalau bisa untuk selanjutnya, siswa kelas VIII dan IX juga dilibatkan. Agar kader-kader peduli lingkungan bisa semakin banyak dan masif perkembangannya," tukasnya. (mgk)