BSS (Bank Sampah Spintag): Ubah Sampah Jadi Rupiah

Gambar : Petugas BSS Menyerahkan Puluhan Kilogram Sampah kepada Pengepul (Foto: Desy Rahmawati)

BSS (Bank Sampah Spintag): Ubah Sampah Jadi Rupiah

Cara Baru Spintag Memanfaatkan Sampah

Tidak seperti biasanya, Sabtu siang itu (14/1) beberapa anak menenteng polybag besar menuju salah satu sudut SMP Negeri 1 Tanggulangin. Usut punya usut, yang mereka bawa adalah sampah botol plastik yang akan disetor ke spot BSS, Bank Sampah Spintag. Ketika ditimbang polybag berisi botol plastik tersebut berbobot 4.1kg. Ada petugas, yang juga siswa, yang mencatat di buku tabungan sampah.

"BSS adalah salah satu inovasi dari pokja Pengelolaan Sampah yang tergabung dalam Tim Adiwiyata sekolah. Ide awalnya hanya untuk mengendalikan sampah di Spintag, ternyata juga bisa mendatangkan pundi rupiah untuk anak-anak," ujar Desy Rahmawati, Koordinator Pokja Pengelolaan Sampah.

Lebih lanjut, perempuan yang juga merupakan guru BK Spintag tersebut mengatakan sampah botol plastik dari anak-anak dihargai 1.300/kg. "Sementara kami hanya menerima itu, karena berhubungan dengan pihak ketiga yaitu pengepul rombengan. Targetnya setelah ini kita juga menerima sampah kertas, kardus, kaleng, dan lain sebagainya," tukasnya.

Uang yang diterima tersebut kebanyakan dimasukkan ke dalam uang kas kelas. Berdasarkan catatan, kelas yang memperoleh pendapatan tertinggi sampai minggu ketiga Januari 2023 adalah kelas IX-9 dengan total pendapatan sebesar Rp85.000,00.

Iryat Subadi, Ketua Tim Adiwiyata Sekolah, mengatakan esensi dari kegiatan ini adalah mengajarkan kepada siswa bahwa banyak hal di sekitar mereka, yang jika dimanfaatkan dengan benar, bisa mendatangkan rupiah. "Tahun ini kita menjalankan Bank Sampah Spintag dalam lingkup eksternal. Saya memimpikan Bank Sampah ini juga akan bisa menarik nasabah dari masyarakat sekitar. Uangnya tidak seberapa, tetapi jika sudah berjalan, sampah di lingkungan sekitar sekolah akan berkurang drastis," pungkasnya. (mgk)