Ajak Warga Sekitar Menanam Pohon, Cara Spintag Melestarikan Alam

Gambar : Kepala SMPN 1 Tanggulangin, Bapak Nurul Huda, S.Pd., M.Pd., Menanam Pohon Palem di Lahan Depan Sekolah (Foto: M. Faiz Rahmadi)

Ajak Warga Sekitar Menanam Pohon, Cara Spintag Melestarikan Alam

Dalam Rangka Peringatan One Million Tree Planting Day

Dikutip dari beberapa sumber, rilis terbaru The State of Indonesia's Forest (SOIFO) yang terbit pada Desember 2020, menyebutkan bahwa luas hutan Indonesia secara de jure adalah 120,5 juta hektare. Luas tersebut terbagi menjadi hutan konservasi, hutan lindung, hutan produksi terbatas, hutan produksi biasa, dan hutan produksi yang dapat dikonversi.

Jumlah tersebut berkurang setiap tahun dengan laju deforestasi yang mengerikan. Efek paling terasa, semakin lama hawa di beberapa tempat di Indonesia menjadi semakin panas. Selain itu, semakin banyak bencana alam yang terjadi akibat hilangnya hutan, seperti banjir bandang, tanah longsor, dan likuifaksi tanah.

Sebagai generasi penerus bangsa, civitas akademika SMP Negeri 1 Tanggulangin tidak bisa tinggal diam melihat fenomena tersebut. Harus ada movement untuk (paling tidak) tidak ikut merusak alam. Syukur-syukur bisa melakukan sesuatu yang bisa berkontribusi pada kelestarian alam.

Berangkat dari hal tersebut, SMP Negeri 1 Tanggulangin turut merayakan Gerakan Satu Juta Pohon Internasional yang diperingati setiap tanggal 10 Januari. Diinisiasi oleh Tim Adiwiyata Spintag, acara tersebut berlangsung pada Selasa 10 Januari 2022. Menggandeng unsur masyarakat sekitar (RT/RW Desa Kalisampurno), Spintag menanam total 300 pohon yang terdiri dari palem-paleman dan aneka tanaman bunga.

Secara swadaya siswa, guru, dan tendik Spintag menyediakan bibit palem-paleman dan aneka bunga. Spot penanaman pohon tersebar di seantero sekolah, Balai Desa Kalisampurno, dan beberapa lahan sepanjang jalan desa. Tim dibagi menjadi dua, setengah siswa dikerahkan untuk menanam pohon di spot taman kelas dalam sekolah, sementara setengah lainnya di luar sekolah dan beberapa spot desa.

"300 pohon itu ternyata masih ada sisa, maka kami berinisiatif untuk membagikan ke warga sekitar sekolah. Semoga pohon-pohon itu nantinya dirawat dan menambah rindang lingkungan sekitar sekolah," ujar Indra Dian Mahayati, koordinator kegiatan Gerakan Satu Juta Pohon.

Dihubungi terpisah, Iryat Subadi (Ketua Tim Adiwiyata Spintag) menyatakan bahwa yang terpenting dari kegiatan semacam ini adalah konsistensi. "Setelah pohon ditanam, tidak lantas selesai. Kita punya tanggung jawab untuk memastikan pohon tersebut hidup dengan sehat," tegasnya.

Yang kami tanam memang hanya 300 pohon. Namun paling tidak, kontribusi kecil ini menunjukkan kepada khalayak bahwa SMP Negeri 1 Tanggulangin berada di garda terdepan dalam upaya pelestarian alam. Berdasarkan Badan Pusat Statistik, jumlah sekolah di Indonesia (total SD, SMP, SMA/SMK) sebanyak 218.600. Jika saja semua sekolah berkontribusi pada gerakan sejuta pohon, dengan estimasi jumlah pohon yang ditanam sama dengan Spintag (300 pohon), maka tidak kurang dari 65 juta pohon berhasil ditanam. Jika setiap tahun konsisten dilaksanakan, dalam lima tahun saja, sudah 325 juta pohon ditanam. Jumlah yang sangat fantastis. Cara terbaik melawan kerusakan alam yang disebabkan oleh manusia adalah menunjukkan bahwa ada pula manusia yang berjuang melestarikan. (mgk)